Posted by: adhebz2 on: April 18, 2008
“Artikel kali ini merupakan terjemahan HOWTO ke Bahasa Indonesia oleh Chandra Hermawan. Agar hasil karya beliau lebih bermanfaat, bersamaan dengan munculnya tulisan ini di ATAS, saya CC-kan juga ke LDP Indonesia dan Trustix Merdeka.”
Bandwidth Limiting HOWTO
Tomasz Chmielewski
tch@writemail.com
Diterjemahkan oleh: Chandra Hermawan
Revision History
Revision 0.2 2001-05-20 Revised by: tc
Dokumen ini menjelaskan bagaimana cara menkonfigurasikan linux server anda untuk membatasi bandwidth download atau incoming traffic dan bagaimana memanfaatkan koneksi internet anda dengan lebih efisien.
Daftar isi:
1. Pendahuluan 1.1 Versi baru dari dokumen ini
1.2 Penolakan
1.3 Hak Cipta dan Ijin Penulisan
1.4 Laporan Tanggapan dan Pembenaran
1.5 Terima Kasih
2. Sebelum Kita Mulai 2.1 Apa saja yang diperlukan
2.2 Cara Implementasi
3. Installasi dan konfigurasi software yang diperlukan 3.1 Installasi Squid dengan fasilitas Delay Pools
3.2 Konfigurasi Squid dengan fasilitas Delay Pools
3.3 Pemecahan masalah umum
3.3.1 Linux 2.2.x kernel (ipchains)
3.3.2 Linux 2.4.x kernel (iptables)
4. Pemanfaatan CBQ untuk membatasi bandwidth 4.1 FTP
4.2 Napster, Realaudio, Windows Media, dan lain-lain
5. Pertanyaan yang sering muncul 5.1 Apakah kita bisa membatasi bandwidth per user menggunakan delay pools ?
5.2 Apakah kita bisa membatasi bandwidth per user menggunakan cbq.init script ?
5.3 CBQ terkadang tidak berjalan dengan baik tanpa alasan yang jelas
5.4 Delay pools tidak berfungsi, kenapa saya tidak bisa mendownload program dengan kecepatan penuh ketika jaringan hanya digunakan oleh saya sendiri ?
5.5 CBQ tidak berjalan dengan baik, kenapa saya tidak dapat mendownload dengan kecepatan penuh ketika jaringan hanya dipakai oleh saya saja ?
6. Rupa-Rupa 6.1 Sumber-sumber yang berguna
1. Pendahuluan
Tujuan dari dokumen ini adalah untuk memberikan solusi yang mudah dalam hal pembatasan incoming traffic, dan juga mencegah para pengguna LAN menggunakan semua bandwidth jaringan internet yang ada.
Pembatasan bandwidth berguna apabila koneksi internet kita lambat atau pengguna LAN mendownload berton-ton file mp3 dan distro linux terbaru.
1.1 Versi terbaru dari dokumen ini
Anda dapat melihat versi terbaru dari dokumen ini di alamat URL:
http://www.linuxdoc.org/.
Versi terbaru dari dokumen ini juga akan diupload di berbagai situs Linux, dan FTP, termasuk di LDP homepage (http://www.linuxdoc.org/)
1.2 Penolakan
Pengarang ataupun distributor, atau kontributor pendukung HOWTO ini tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan fisik, keuangan, psikologi atau kerusakan lain yang disebabkan oleh saran-saran yang ada di dalam dokumen ini.
1.3 Hak cipta dan Ijin Penulisan
Dokumen ini merupakan hak cipta Tomasz Chmielewski, dan diterbitkan berdasarkan peraturan yang ada di dalam GPL.
1.4 Laporan tanggapan dan pembenaran
Jika anda mempunyai pertanyaan atau komentar mengenai dokumen ini, silahkan mengirim e-mail ke Tomasz Chmielewski dengan alamat tcb@writemail.com Penulis akan menerima semua saran dan kritik. Jika anda menemukan kesalahan penulisan pada dokumen ini, silahkan mengirimkan e-mail ke chandra@mynetaddress.com. Terima kasih.
1.5 Terima kasih
Penulis berterima kasih kepada Ami M. Echeverri yang telah membantu penulis untuk mengubah dokumen ini menjadi format SGML dan melakukan perbaikan-perbaikan. Penulis juga berterima kasih kepada Ryszard Prosowicz
atas saran yang membangun.
2. Sebelum kita mulai
Mari kita mencoba membayangkan situasi yang terjadi:
1. Kita memiliki modem 115,2kbits/s dengan koneksi PPP ke internet (115,2/10 = 11,5 kbytes/s). Apabila kita menggunakan kartu jaringan kita membagi 115,2 dengan 8, tapi apabila menggunakan PPP, kita membaginya dengan 10, karena adanya start/stop bits (8+1+1) = 10.
2. Kita memiliki beberapa workstation yang masing-masing workstation digunakan untuk mendownload file-file berukuran besar.
3. Kita menginginkan akses web secara cepat, tanpa terpengaruh proses download.
4. Interface internet kita adalah ppp0.
5. Interface LAN kita eth0.
6. Jaringan kita 192.168.1.0/24
2.1 Apa saja yang diperlukan
Percaya atau tidak, penyusunan incoming traffic adalah perkerjaan yang mudah, dan anda tidak perlu membaca buku-buku yang tebal mengenai algoritma routing atau queuing.
Untuk melakukan pembatasan bandwidth, yang kita perlukan minimal squid proxy. Jika kita mengembangkannya, kita harus familiar dengan ipchains atau iptables dan CBQ.
2.2 Cara Implementasi
Squid mungkin merupakan HTTP Proxy yang paling tangguh di linux. Squid dapat membantu kita menghemat bandwidth dengan dua cara:
1. Cara pertama, adalah karakteristik utama proxy server, dengan cara menyimpan halaman, gambar, dan objek lain yang telah didownload sebelumnya ke dalam memory atau disk. Sehingga, jika seseorang melakukan request dengan halaman yang sama, proxy akan mengambil halaman yang telah disimpan tersebut.
2. Terpisah dari penyimpanan cache yang umum dilakukan, Squid mempunyai fasilitas spesial yang disebut dengan delay pools. Dengan delay pools dimungkinkan untuk membatasi internet traffic dengan cara yang masuk akal, tergantung ‘kata kunci’ yang ada di URL, Kata kunci tersebut dapat berupa ‘.mp3′, ‘.exe’, atau ‘.avi’, dan lain-lain. semua kata-kata di URL (seperti .avi) dapat dijadikan sebagai kata kunci.
Dengan demikian, kita dapat menugaskan Squid untuk mendownload tiga macam file tersebut dengan kecepatan yang telah ditentukan (seperti pada contoh, sekitar 5 kbytes/s). Jika pada LAN kita, dua user atau lebih mendownload file pada saat yang sama, file tersebut akan didownload sekitar 5 kbytes/s secara bersamaan, sehingga tidak mempengaruhi bandwidth untuk WWW, e-mail, news, irc, dan lain-lain.
Tentu saja internet tidak hanya digunakan untuk mendownload file melalui web (http atau ftp), selanjutnya, kita akan melakukan membatasan bandwidth untuk napster, realaudio, dan kemungkinan-kemungkinan lain.
3. Installasi dan Konfigurasi yang diperlukan
Pada bagian ini penulis akan menerangkan bagaimana caranya menginstall software yang diperlukan untuk membatasi bandwidth dan untuk mengetest bandwidth yang dipakai.
3.1 Installasi Squid dengan fasilitas delay pools
Seperti yang telah disebutkan di atas, Squid memiliki fasilitas delay pools, yang memungkinkan kita mengontrol download bandwidth. Sayangnya, di kebanyakan distribusi, Squid dikompile tanpa fasilitas ini.
Jadi, apabila anda memiliki Squid yang telah terinstall, anda harus menginstallnya kembali dengan cara sebagai berikut:
1. Untuk mendapatkan performa maksimal dari Squid, kita perlu membuat partisi terpisah yang digunakan sebagai cache, seperti /cache/. Ukuran partisi sekitar 200 MB, atau tergantung dari kebutuhan.
Jika anda tidak mengetahui bagaimana membuat partisi baru, anda dapat meletakkan cache di partisi utama, tetapi performa Squid akan menurun.
2. Kita tambahkan user squid:
# useradd -d /cache/ -r -s /dev/null squid > dev/null 2>&1
Dimaksudkan, user squid tidak bisa digunakan untuk login
3. Download source Squid di http://www.squid-cache.org/. Ketika dokumen ini ditulis, versi terakhir dari squid adalah Squid 1.4 stable 1:
http://www.squid-cache.org/versions/v2/2.4/squid-2.4.STABLE1-src.tar.gz
4. Unpack source:
# tar xvzf squid-2.4.STABLE1-src.tar.gz
5. Kompilasi dan install Squid:
# ./configure –prefix=/opt/squid –exec-prefix=/opt/squid \
–enable-delay-pools –enable-cache-diggests –enable-poll \
–disable-ident-lookups –enable-truncate –enable-removal-policies
# make all
# make install
3.2 Konfigurasi Squid menggunakan delay pools
Konfigurasikan file squid.conf (/opt/squid/etc/squid.conf):
#squid.conf
#Every option in this file is very well documented in the original squid.conf file
#and on http://www.visolve.com/squidman/Configuration%20Guide.html
#
#The ports our Squid will listen on
http_port 8080
icp_port 3130
#cgi-bins will not be cached
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
#Memory the Squid will use. Well, Squid will use far more than that.
cache_mem 16 MB
#250 means that Squid will use 250 megabytes of disk space
cache_dir ufs /cache 250 16 256
redirect_rewrites_host_header off
cache_replacement_policy GDSF
acl localnet src 192.168.1.0/255.255.255.0
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl Safe_ports port 80 443 210 119 70 20 21 1025-65535
acl CONNECT method CONNECT
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
http_access allow localnet
http_access allow localhost
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT
http_access deny all
maximum_object_size 3000 KB
store_avg_object_size 50 KB
#all our LAN users will be seen by external servers
#as if they all use Mozilla on Linux ![]()
anonymize_headers deny User-Agent
fake_user_agent Mozilla/5.0 (X11; U; Linux 2.4.4 i686)
#To make our connection even faster, we put a line similar
#to the one below. Don’t forget to change the server to your closest!
#Measure pings, traceroutes and so on.
#Make sure that http and icp ports are correct
#cache_peer w3cache.icm.edu.pl parent 8080 3130 no-digest default
#This is useful when we want to use the Cache Manager
#copy cachemgr.cgi to cgi-bin of your www server
cache_mgr your@email
cachemgr_passwd secret_password all
#This is a name of a user our Squid will work as
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid
log_icp_queries off
buffered_logs on
#####DELAY POOLS
#This is the most important part for shaping incoming traffic with Squid
#For detailed description see squid.conf file or docs at http://www.squid-cache.org
#We don’t want to limit downloads on our local network
acl magic_words1 url_regex -i 192.168
#We want to limit downloads of these type of files
#Put this all in one line
acl magic_words2 url_regex -i ftp .exe .mp3 .vqf .tar.gz .gz .rpm .zip .rar .avi .mpeg \
.mpe .mpg .qt .ram .rm .iso .raw .wav
#We don’t block .html, .gif, .jpg and similar files, because they
#generally don’t consume much bandwidth
#We have two different delay_pools
delay_pools 2
#First delay pool
#W don’t want to delay our local traffic
#There are three pool classes; here we will deal only with the second
delay_class 1 2
#-1/-1 mean that there are no limits
delay_parameters 1 -1/-1 -1/-1
#magic_words1: 192.168
delay_access 1 allow magic_words1
#Second delay pool
#we want to delay downloading files mentioned in magic_words2
delay_class 2 2
#The numbers here are values in bytes;
#we must remember that Squid doesn’t consider start/stop bits
#5000/150000 are values for the whole network
#5000/120000 are values for the single IP
#after downloaded files exceed about 150000 bytes,
#(or even twice or three times as much)
#they will continue to download at about 5000 bytes/s
delay_parameters 2 5000/150000 5000/120000
delay_access 2 allow magic_words2
#EOF
Setelah squid dikonfigurasikan, kita harus memastikan bahwa direktori /opt/squid dan /cache dimiliki oleh user ’squid’:
# chown -R squid:squid /opt/squid/
# chown -R squid:squid /cache/
atau
# chown -R squid.squid /opt/squid/
# chown -R squid.squid /cache/
Sekarang kita siap untuk menjalankan squid, untuk menjalankan squid saat pertama kali, kita harus membuat cache direktori:
# /opt/squid/usr/bin/squid -z
Kemudian jalankan squid, dan periksa apakah semua berhasil dengan baik. Program bantu yang berguna untuk melihat bandwidth adalah IPTraf, anda dapat mendownloadnya di http://freshmeat.net/. Pastikan juga anda telah memasukkan alamat proxy di web browser anda (pada contoh: 192.168.1.1, port 8080).
Untuk menjalankan squid:
# /opt/squid/usr/bin/squid
Apabila semua berjalan, tambahkan /opt/squid/usr/bin/squid pada baris terakhir initial script, biasanya di /etc/rc.d/rc.local.
Option lain yang dapat membantu:
# /opt/squid/usr/bin/squid -k reconfigure
(reconfigures Squid jika kita melakukan perubahan pada squid.conf).
Anda dapat juga mengkopi file cachemgr.cgi ke direktori cgi-bin pada web server anda.
3.3 Pemecahan masalah umum
OK, kita telah menginstall dan mengkonfigurasikan squid dengan fasilitas delay pools. Tentu saja semua orang tidak ingin dibatasi, terutama pengguna LAN kita, mereka akan mencoba melanggar batasan yang telah kita berikan, hanya untuk mendownload mp3 lebih cepat (dan membuat kepala anda pusing).
Dengan asumsi menggunakan IP masquerade pada jaringan, sehingga user dapat menggunakan IRC, ICQ, e-mail, dan lain-lain, kita harus memastikan bahwa user di LAN menggunakan squid dengan delay pools untuk mengakses WWW dan FTP.
Kita dapat memecahkan masalah di atas menggunakan ipchains (linux 2.2.x kernel) atau iptables (linux 2.4.x kernel)
3.3.1 Linux 2.2.x kernel (ipchains)
Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang berlaku curang dan menggunakan proxy server kita selain kita sendiri, proxy umumnya berjalan pada port 3128 atau 8080:
/sbin/ipchains -A input -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 3128 -p TCP -j REJECT
/sbin/ipchains -A input -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 8080 -p TCP -j REJECT
Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu orang pun mencoba mengakses web secara langsung:
/sbin/ipchains -A input -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 http -p TCP -j REDIRECT 8080
/sbin/ipchains -A input -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 https -p TCP -j REDIRECT 8080
Jika semua berjalan dengan baik, tambahkan baris-baris di atas ke dalam initial script, biasanya di /etc/rc.d/rc.local.
Kita mungkin berfikir untuk memutup ftp traffic (port 20 dan 21) untuk memaksa user kita menggunakan squid, tetapi, itu bukan merupakan ide yang baik dengan alasan sebagai berikut:
* Squid merupakan http proxy yang mendukung ftp, bukan benar-benar ftp proxy. Squid dapat mendownload dari ftp, dan dapat juga melakukan upload ke beberapa ftp, tapi squid tidak dapat menghapus atau mengganti nama file di ftp server.
Ketika kita menutup port 20 dan 21, kita tidak akan bisa menghapus atau mengganti nama file yang ada di server ftp.
* IE 5.5 memiliki bug, yaitu tidak menggunakan proxy untuk menerima direktori ftp, melainkan terhubung secara langsung melalui ip masquerade.
Ketika kita menutup port 20 dan 21, kita tidak akan bisa melihat direktori ftp menggunakan IE 5.5
jadi, kita akan menutup port ftp menggunakan cara lain, kita akan membahasnya pada bab 4.
3.3.2 Linux 2.4.x kernel (iptables)
Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang berlaku curang dan menggunakan proxy server kita selain kita sendiri, proxy umumnya berjalan pada port 3128 atau 8080:
/sbin/iptables -A FORWARD -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 –dport 3128 -p TCP -j DROP
/sbin/iptables -A FORWARD -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 –dport 8080 -p TCP -j DROP
Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu orang pun mencoba mengakses web secara langsung:
/sbin/iptables -A FORWARD -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 –dport 80 -p TCP -j DROP
/sbin/iptables -A FORWARD -s ! 192.168.1.1 -d ! 192.168.1.1 –dport 443 -p TCP -j DROP
Jika semua berjalan dengan baik, tambahkan baris-baris di atas ke dalam initial script, biasanya di /etc/rc.d/rc.local.
Kita mungkin berfikir untuk memutup ftp traffic (port 20 dan 21) untuk memaksa user kita menggunakan squid, tetapi, itu bukan merupakan ide yang baik dengan alasan sebagai berikut:
* Squid merupakan http proxy yang mendukung ftp, bukan benar-benar ftp proxy. Squid dapat mendownload dari ftp, dan dapat juga melakukan upload ke beberapa ftp, tapi squid tidak dapat menghapus atau mengganti nama file di ftp server.
Ketika kita menutup port 20 dan 21, kita tidak akan bisa menghapus atau mengganti nama file yang ada di server ftp.
* IE 5.5 memiliki bug, yaitu tidak menggunakan proxy untuk menerima direktori ftp, melainkan terhubung secara langsung melalui ip masquerade.
Ketika kita menutup port 20 dan 21, kita tidak akan bisa melihat direktori ftp menggunakan IE 5.5
jadi, kita akan menutup port ftp menggunakan cara lain, kita akan membahasnya pada bab 4.
4. Pemanfaatan CBQ untuk membatasi Bandwidth
Kita harus ingat bahwa user dapat menggagalkan usaha kita pada bab 3 di atas, jika mereka menggunakan napster atau realaudio. Kita juga harus ingat bahwa kita tidak bisa menutup ftp traffic pada bagian 3.3 di atas.
Kita akan menangani hal tersebut dengan cara berbeda, tidak dengan membatasi download secara langsung, namun dengan cara lain. Perangkat internet kita adalah ppp0 dan perangkat LAN kita adalah eth0, kita akan membatasi outgoing traffic pada interface eth0, dan juga membatasi incoming traffic melalui ppp0.
Untuk melakukan hal tersebut, kita akan berkenalan dengan CBQ dan cbq.init script. Anda dapat memperoleh CBQ di alamat ftp://ftp.equinox.gu.net/pub/linux/cbq/. Download file cbq.init-v0.6.2 dan letakkan di /etc/rc.d/.
Anda juga memerlukan iproute2, yang telah ada di distribusi linux.
Sekarang lihat di direktori /etc/sysconfig/cbq/. Di direktori ini seharusnya terdapat sebuah file contoh, yang dapat digunakan bersama dengan cbq.init. Jika file tersebut tidak ada, kernel anda mungkin tidak mendukung CBQ.
4.1 FTP
Pada bab 3, kita tidak menutup ftp karena dua alasan, agar kita bisa melakukan upload, dan agar user yang menggunakan IE 5.5 dapat melihat direktori ftp pada server. Dengan demikian, browser web kita dan ftp program seharusnya mendownload melalui squid proxy, dan ftp upload melalui ip masquerade.
Kita buat file cbq-10.ftp-network di /etc/sysconfig/cbq/ direktori:
# touch /etc/sysconfig/cbq/cbq-10.ftp-network
dan tambahkan baris berikut:
DEVICE=eth0,10Mbit,1Mbit
RATE=10Kbit
WEIGHT=1Kbit
PRIO=5
RULE=:20,192.168.1.0/24
RULE=:21,192.168.1.0/24
Anda akan menemukan keterangan dari baris-baris di atas pada cbq.init.
Ketika kita menjalankan /etc/rc.d/cbq.init script, program akan membaca konfigurasi di /etc/sysconfig/cbq/:
# /etc/rc.d/cbq.init start
Jika semuanya berjalan dengan baik, tambahkan baris tersebut ke dalam initial script.
Dengan perintah di atas, server kita sekarang tidak akan mengirimkan ftp data melalui eth0 dengan kecepatan lebih dari 10kbits/s, dan tidak akan mendownload ftp data dengan kecepatan lebih dari 10 kbits/s. User LAN anda akan melihat bahwa lebih efisien menggunakan squid untuk mendownload, mereka juga masih dapat melihat direktori ftp di web browser menggunakan IE 5.5.
Namun masih ada bug di IE 5.5, ketika anda mengklik kanan mouse di direktori ftp, kemudian memilih ‘Copy-To-Folder’, file akan didownload secara langsung tanpa melalui proxy, sehingga melewati batasan yang ada di squid.
4.2 Napster, Realaudio, Windows Media dan servis lain
Ide di sini adalah sama dengan ide pada ftp, kita hanya menambahkan port lain dan menset kecepatan yang berbeda.
Kita buat file cbq-50.napster-network di /etc/sysconfig/cbq/:
# touch /etc/sysconfig/cbq/cbq-50.napster-network
tambahkan baris berikut:
DEVICE=eth0,10Mbit,1Mbit
RATE=50Kbit
WEIGHT=5Kbit
PRIO=5
#Windows Media Player
RULE=:1755,192.168.1.0/24
#Real Player uses TCP port 554, for UDP it uses different ports,
#but generally RealAudio in UDP doesn’t consume much bandwidth
RULE=:554,192.168.1.0/24
RULE=:7070,192.169.1.0/24
#Napster uses ports 6699 and 6700, maybe some other?
RULE=:6699,192.168.1.0/24
RULE=:6700,192.168.1.0/24
#Audiogalaxy uses ports around 41000, thera are many of them,
#so keep in mind I didn’t list all of them here
RULE=:41060,192.168.1.0/24
RULE=:41133,192.168.1.0/24
#Some clever users can connect to SOCKS servers when using Napster,
#Audiogalaxy etc.; it’s also a good idea to do so
#when you run your own SOCKS proxy
RULE=:1080,192.168.1.0/24
#Add any other ports you want; you can easily check
#ports that programs use with IPTraf
#RULE=:port,192.168.1.0/24
5. Pertanyaan yang sering diajukan
5.1 Apakah kita bisa membatasi bandwidth per user menggunakan delay pools ?
Ya, Silahkan lihat setting squid.conf, dan lihat dokumentasi squid di http://www.squid-cache.org/.
5.2 Apakah kita bisa membatasi bandwidth per user menggunakan cbq.init
Ya, silahkan lihat di file cbq.init, di sana terdapat beberapa contoh.
5.3 CBQ terkadang tidak berjalan dengan baik tanpa alasan yang jelas
Secara umum, cbq biasanya berjalan dengan baik. Dalam beberapa kasus, anda dapat melakukan pengamatan terhadap download masal. Mungkin anda berfikir bahwa anda telah menutup semua port untuk napster atau audiogalaxy, namun, masih terdapat port-port lain yang bisa digunakan untuk download masal. Untuk mengetahuinya, anda dapat menggunakan IPTraf, dan mungkin terdapat ribuan port seperti itu, ini merupakan tugas yang berta. Untuk mempermudah, anda dapat mempertimbangkan penggunakan SOCKS proxy anda sendiri, napster, atau audigalaxy dan program-program lain yang menggunakan SOCKS proxy, dengan demikian, anda hanya berurusan dengan satu port saja (1080). Jangan lupa untuk menutup semua port untuk traffic, dan membiarkan port 25 dan 110 (SMTP dan POP3), dan port-port lain yang mungkin berguna. Anda dapat mencari NEC SOCKS proxy pada bagian rupa-rupa di HOWTO ini. Jika anda berminat untuk menggunakannya, jangan lupa menambahkan patch yang tersedia di situs tersebut.
5.4 Delay pools tidak berjalan dengan baik, kenapa saya tidak dapat mendownload dengan kecepatan penuh ketika jaringan hanya dipakai oleh saya saja ?
Sayangnya, anda tidak dapat berbuat banyak mengenai hal tersebut. Satu-satunya cara adalah menggunakan cron dan mengkonfigurasi ulang, seperti: pada pukul 7.30, menggunakan delay pools
5.5 CBQ tidak berjalan dengan baik, kenapa saya tidak dapat mendownload dengan kecepatan penuh ketika jaringan hanya dipakai oleh saya saja ?
Untunglah, anda bisa melakukannya, ada beberapa cara untuk itu:
Cara pertama adalah cara yang termudah, sama seperti solusi di atas, tambahkan baris berikut ke dalam konfigurasi cbq di /etc/sysconfig/cbq/:
TIME=15:00-16:00;110Kbit/11Kbit
TIME=00:00-08:00;110Kbit/11Kbit
Anda dapat menambahkan beberapa TIME parameter di file cbq anda.
Cara kedua lebih sulit, tapi lebih efisien, anda dapat membacanya di Linux-2.4 Advanced Routing HOWTO.
6. Rupa-Rupa
6.1 Sumber-sumber yang berguna
Squid Web Proxy Cache
http://www.squid-cache.org/
Squid 2.4 Stable 1 Configuration manual
http://www.visolve.com/squidman/Configuration%20Guide.html
http://www.visolve.com/squidman/Delaypool%20parameters.htm
Squid FAQ
http://www.squid-cache.org/Doc/FAQ/FAQ-19.html#ss19.8
cbq-init script
ftp://ftp.equinox.gu.net/pub/linux/cbq/
Linux 2.4 Advanced Routing HOWTO
http://www.linuxdoc.org/HOWTO/Adv-Routing-HOWTO.html
Traffic control (in Polish)
http://ceti.pl/~kravietz/cbq/
Securing and Optimizing Linux Red Hat Edition – A Hands on Guide
http://www.linuxdoc.org/guides.html
IPTraf
http://cebu.mozcom.com/riker/iptraf/
IPCHAINS
http://www.linuxdoc.org/HOWTO/IPCHAINS-HOWTO.html
NEC SOCKS proxy server
http://www.socks.nec.com/cgi-bin/download.pl
No Comments